Communication Disorder (Gangguan Komunikasi)

Hi, Partners!

Salah satu milestone dalam perkembangan anak yang sangat dinantikan oleh orang tua adalah kemampuan untuk berkomunikasi. Siapa sih yang tidak bangga melihat anak mulai bisa memanggil papa-mama, menyebut namanya sendiri, dan mencoba mengenal benda di sekitarnya? 😊 Orang tua pun juga lebih bisa memahami anak ketika anak mulai dapat mengungkapkan keinginannya. Oleh karena itu, keterlambatan anak dalam berkomunikasi kerap menimbulkan stres pada orang tua dan sering diartikan sebagai red alert akan adanya gangguan dalam perkembangan anak.

Hasil gambar untuk communication disorder
Sumber: http://www.specialeducationguide.com/blog/do-you-know-the-signs-of-communication-disorders/

Sebelum menduga yang tidak-tidak, ada baiknya bila kita mempelajari gangguan komunikasi secara ilmiah, bukan? 😊 Namun, sebelum memahami gangguan komunikasi pada anak, penting untuk diketahui bahwa setiap anak memiliki perkembangan yang berbeda-beda, termasuk dalam berkomunikasi. Ada anak yang cenderung cepat dalam perkembangannya, ada pula yang relatif lebih lambat.

Dalam mengamati perkembangan anak, memang penting bagi kita untuk mencocokkan milestone tertentu dengan usia anak supaya bisa menduga ada/tidaknya keterlambatan pada anak dibandingkan dengan anak seusianya. Namun, hal yang lebih penting adalah melihat apakah anak melewati tahapan perkembangan sesuai dengan urutannya dan dalam kurun waktu yang wajar. Biasanya, suatu kondisi baru dikatakan gangguan bila ada tahapan perkembangan yang terloncat atau yang tidak kunjung dilampaui oleh anak. Untuk lebih memahami tahapan komunikasi anak, silakan Partners baca artikel (judul).

Panduan diagnostik yang digunakan oleh psikolog menggolongkan gangguan komunikasi menjadi empat kategori, yakni gangguan bahasa, gangguan pengucapan kata dan suara, stuttering pada usia anak-anak (gagap), serta gangguan komunikasi sosial. Setiap gangguan yang telah disebutkan di atas terjadi pada usia anak-anak, dan umumnya didiagnosa setelah anak berusia 4 tahun. Mengapa demikian? Karena perkembangan bahasa anak sangat bervariasi pada usia 0-4 tahun, dan baru lebih stabil setelah berusia 4 tahun. Selain itu, gangguan komunikasi yang dibahas pada artikel ini tidak terkait dengan adanya gangguan pendengaran, gangguan saraf, dan gangguan biologis lainnya.

Siap belajar ya, Partners? Kita akan mulai dari kategori gangguan yang pertama 😊

 

Gangguan Bahasa

Ciri-ciri utama dari gangguan bahasa adalah kesulitan untuk menggunakan bahasa dengan tepat, yang disebabkan oleh kurangnya kemampuan memproduksi dan memahami kosa kata serta kalimat. Kesulitan tersebut dialami anak dalam berbagai bentuk komunikasi, seperti dalam berbicara, menulis, menggunakan bahasa isyarat, dan lain-lain. Pada gangguan ini, kondisi yang didapati pada anak adalah:

  1. Kosa kata sangat minim (pengetahuan akan arti kata dan cara penggunaan kata sangat minim dan tidak wajar untuk anak seusianya).
  2. Kurang mampu membuat kalimat yang sesuai dengan struktur (anak tampak sangat kesulitan untuk menempatkan kata demi kata hingga membentuk suatu kalimat yang bermakna).
  3. Kesulitan dalam bercakap-cakap (anak tampak kesulitan dalam menggunakan kosakata dan menghubungkan kalimat untuk menjelaskan atau mendeskripsikan sesuatu saat bercakap-cakap dengan orang lain)
  4. Kondisi 1-3 terlihat baik saat anak berada di rumah maupun di lingkungan lain.

 

Gangguan Pengucapan Kata

Anak-anak yang mengalami gangguan ini merasa sangat kesulitan dalam memproduksi kata-kata saat berbicara. Kemampuan anak untuk berbicara membutuhkan pengetahuan fonologis (cara mengucapkan kata-kata dengan tepat) serta kemampuan untuk mengkoordinasikan organ-organ artikulator (rahang, lidah, bibir) dengan pernafasan dan vokalisasi suara. Kondisi yang dialami oleh anak dengan gangguan tersebut antara lain:

  1. Kesulitan untuk mengucapkan kata sehingga pembicaraan anak tidak jelas, sehingga makna dari ucapan tidak dapat atau sulit dipahami oleh orang lain.
  2. Gangguan tersebut menyebabkan keterbatasan dalam melakukan komunikasi yang efektif, sehingga mengganggu interaksi sosial, pencapaian akademis, dan pengerjaan tugas oleh anak.
  3. Kondisi 1 dan 2 bisa disebabkan oleh minimnya pengetahuan fonologis atau koordinasi organ-organ artikulator yang lemah.

 

Stuttering atau Gagap

Anak-anak dengan cara berbicara yang gagap sering Partners temui, bukan? Namun, kondisi gagap seperti apakah yang sudah termasuk dalam gangguan? Berikut ciri-cirinya.

  1. Adanya gangguan dalam berbicara yang ditunjukkan oleh ketidaklancaran dalam mengucapkan kata dan lamanya rentang waktu yang dibutuhkan untuk menyampaikan seluruh kata. Beberapa karakteristik yang mungkin terlihat adalah satu (atau lebih) di bawah ini:
    • Pengulangan bunyi atau suku kata (ka…ka…ka… kamu, mm… mm… mama)
    • Perpanjangan dalam pengucapan huruf konsonan maupun vokal (Kaaa….. kamu, maaa… mama).
    • Kata-kata yang terpatah (ada jeda dalam pengucapan satu kata).
    • Menghentikan pengucapan dengan diam atau bergumam.
    • Circumlocution, yakni menggantikan kata-kata dengan segera untuk menghindari kata yan sulit diucapkan).
    • Muncul ketegangan fisik yang berlebih dalam mengucapkan kata.
    • Pengulangan satu kata yang hanya terdiri dari satu suku kata (kau-kau-kau cantik).
  2. Gangguan-gangguan yang disebutkan di atas menyebabkan kecemasan untuk berbicara atau keterbatasan dalam melakukan komunikasi yang efektif.

 

Gangguan Komunikasi Sosial

Gangguan komunikasi sosial ditandai dengan kesulitan untuk menggunakan bahasa dalam interaksi sosial. Karakteristik yang didapati pada anak dengan gangguan tersebut antara lain:

  1. Adanya kesulitan untuk menggunakan komunikasi verbal dan non verbal dalam interaksi sosial, yang ditandai dengan munculnya seluruh kondisi berikut ini:
  • Gangguan dalam melakukan interaksi sosial yang sesuai dengan tata krama atau konteks (Contoh: ketidakmampuan atau keanehan dalam memberi salam dan berbagi informasi.)
  • Gangguan dalam mencocokkan isi pembicaraan dengan konteks yang sedang berlaku di lingkungan sosial (Contoh: ketidakmampuan membedakan cara berkomunikasi dengan teman dan dengan orang tua, ketidakmampuan membedakan pembicaraan yang formal dan nonformal).
  • Kesulitan untuk mengikuti aturan dalam bercakap-cakap dan bercerita (Contoh: ketidakmampuan untuk menunggu giliran berbicara, tidak mengetahui cara menggunakan komunikasi verbal dan nonverbal untuk mengatur percakapan).
  • Kesulitan untuk memahami kiasan, metafor, peribahasa, gurauan, dan makna yang ambigu dalam percakapan.
  1. Seluruh gangguan di atas menyebabkan keterbatasan dalam berkomunikasi secara efektif.

 

Apa yang harus saya lakukan bila menemukan tanda-tanda di atas?

  1. Datang ke psikolog klinis anak untuk memperoleh penjelasan mengenai kesulitan komunikasi pada anak. Gangguan komunikasi juga dapat berhubungan dengan kecemasan sosial atau kondisi lain pada perkembangan anak. Oleh karena itu, disarankan agar anak mendapatkan pemeriksaan psikologis terlebih dahulu.
  2. Datang ke dokter anak dan dokter THT untuk mendapatkan pemeriksaan terhadap organ pendengaran, pengucapan, dan saraf anak.
  3. Datang ke terapis wicara (biasanya ada di klinik tumbuh kembang anak) untuk mendapatkan intervensi guna meningkatkan kemampuan anak dalam berbicara.

Selain ketiga saran di atas, hal yang paling penting untuk dilakukan oleh Partners adalah sering-sering mengajak anak berbicara dengan wajar. Kebiasaan orang tua untuk aktif berkomunikasi dengan anak memberikan kontribusi yang paling besar dalam meningkatkan kemampuan komunikasi anak. Partners sebaiknya tidak memaksa anak untuk berbicara dengan tepat, karena hal tersebut justru meningkatkan kecemasan pada anak, sehingga anak semakin segan berbicara. Tetap hargai usaha anak untuk berkomunikasi, berilah pujian, dan selalu gunakanlah tata bahasa yang baik saat berkomunikasi dengan anak. Anak adalah imitator yang sangat baik. Cara orang tua berkomunikasi dengan anak akan menjadi cara anak berkomunikasi dengan orang lain di sekitarnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s