Blog

Communication Disorder (Gangguan Komunikasi)

Hi, Partners!

Salah satu milestone dalam perkembangan anak yang sangat dinantikan oleh orang tua adalah kemampuan untuk berkomunikasi. Siapa sih yang tidak bangga melihat anak mulai bisa memanggil papa-mama, menyebut namanya sendiri, dan mencoba mengenal benda di sekitarnya? 😊 Orang tua pun juga lebih bisa memahami anak ketika anak mulai dapat mengungkapkan keinginannya. Oleh karena itu, keterlambatan anak dalam berkomunikasi kerap menimbulkan stres pada orang tua dan sering diartikan sebagai red alert akan adanya gangguan dalam perkembangan anak.

Continue reading Communication Disorder (Gangguan Komunikasi)

Intellectual Disability (Gangguan Fungsi Intelektual)

“Anak saya lambat belajar. Nilai sekolahnya selalu jelek, saya sering dipanggil ke sekolah saat terima rapor. Bahkan, dia sudah tidak naik kelas dua kali. Apakah anak saya tergolong keterbelakangan mental?”

Continue reading Intellectual Disability (Gangguan Fungsi Intelektual)

Mengenal Psikolog Anak

Selamat datang, Little Troops’ Partners 🙂

 

Hari ini saya akan membahas informasi yang perlu Partners ketahui tentang Psikolog Anak. Banyak sekali kesalahpahaman mengenai siapa psikolog anak dan apa saja yang mereka kerjakan. Semoga artikel ini dapat memberikan informasi yang tepat untuk Partners sekalian. Selamat belajar. 🙂

Hasil gambar untuk child psychologist
Sumber: https://www.verywell.com/how-to-get-your-gifted-child-tested-1449358

Siapakah Psikolog Anak Itu?

Di Indonesia, Psikolog merupakan lulusan pendidikan profesi yang berkaitan dengan praktik psikologi. Untuk kurikulum yang berlaku saat ini, seseorang bisa disebut psikolog setelah menyelesaikan pendidikan strata-2 (S2) Magister Profesi Psikologi. Biasanya, mereka memiliki gelar “M.Psi., Psikolog.” di belakang namanya. Mereka juga diwajibkan memiliki izin praktik psikologi, yang ditandai dengan adanya Surat Izin Praktik Psikologi (SIPP) dan nomor izin praktik. Jadi, sebelum memutuskan untuk konseling dengan orang yang mengaku-ngaku psikolog, pastikan Partners sudah mencari tahu apakah orang tersebut memiliki izin praktik atau tidak.

Ada berbagai peminatan psikologi di Indonesia, yang meliputi psikologi klinis, psikologi pendidikan, psikologi industri organisasi, dan lain-lain. Psikolog anak sendiri umumnya tergolong dalam peminatan psikologi klinis, sehingga sering disebut psikolog klinis anak. Ada pula yang menyebut mereka sebagai psikolog perkembangan. Pada artikel ini, kita akan secara khusus membahas psikolog klinis anak.

Apa yang dikerjakan oleh psikolog klinis anak?

Menurut American Psychology Association (APA), psikolog klinis anak merupakan sebuah profesi yang bekerja secara khusus untuk mengembangkan pengetahuan ilmiah dalam rangka memberikan layanan psikologis pada bayi, balita, anak, dan remaja dalam konteks sosial mereka. Umumnya, psikolog klinis anak bekerja dengan anak berusia 0-18 tahun beserta keluarga atau orang lain yang berada di sekitar anak.

Layanan psikologi yang dapat diberikan oleh psikolog klinis anak mencakup asesmen psikologi, psikotes, diagnostik, intervensi, konseling, psikoterapi, penelitian, pelatihan, dan pendampingan psikologis bagi anak dan keluarga. Sementara itu, masalah-masalah yang ditangani oleh psikolog klinis anak mencakup gangguan emosi, gangguan perilaku, gangguan kejiwaan, gangguan fungsi kognitif, gangguan fungsi sosial, kondisi trauma dan kedukaan berat, serta stres yang dialami oleh anak berusia 0-18 tahun.

Di mana Tempat Praktik Psikolog Klinis Anak?

Psikolog klinis anak biasanya terdapat di klinik tumbuh kembang anak, beberapa rumah sakit (rumah sakit umum, rumah sakit swasta, maupun rumah sakit jiwa), biro psikologi, dan beberapa Sekolah Luar Biasa (SLB) serta tempat terapi untuk anak berkebutuhan khusus. Ada pula beberapa sekolah yang memiliki psikolog klinis anak, meski umumnya sekolah hanya mempekerjakan psikolog pendidikan atau guru bimbingan konseling.

Kapan Harus Datang ke Psikolog Klinis Anak?

Sesuai dengan layanan psikologi yang dapat diberikan, Partners sebaiknya datang ke psikolog klinis anak ketika mendapati hal-hal di bawah ini pada anak berusia 0-18 tahun:

  • Mendapati adanya gangguan emosi, perilaku, kognitif, dan sosial pada anak.
  • Ingin mendapatkan gambaran inteligensi dan kepribadian anak.
  • Mencurigai adanya keterlambatan perkembangan pada anak (terlambat bicara, terlambat merangkak/berjalan/gerakan motorik lainnya, terlambat belajar).
  • Terdapat tanda-tanda tidak umum yang dirasa mengganggu perkembangan anak.
  • Ada peristiwa traumatis yang dialami oleh anak dan dicurigai akan mengganggu perkembangan emosi atau kejiwaan anak (kedukaan, pelecehan, bullying, kekerasan, perceraian orang tua, diagnosa penyakit, dll).
  • Kebutuhan pendampingan psikologis bagi anak korban bencana, anak bermasalah hukum, anak yang mengalami kesulitan beradaptasi, dll.

Apa Beda Psikolog Klinis Anak dengan Dokter, Terapis, atau Psikiater?

Profesi-profesi tersebut berbeda dalam hal kewenangan, keahlian, dan pemberian layanan. Dokter melayani masyarakat dengan memberikan diagnosa penyakit dan intervensi medis, berikut pengobatannya. Psikiater merupakan dokter spesialis kejiwaan, sehingga kewenangannya sama dengan dokter, yakni boleh memberikan diagnosa terkait penyakit kejiwaan dan memberikan pengobatan.

Sementara itu, terapis merupakan seseorang yang bekerja dengan melakukan teknik tertentu untuk memperbaiki kondisi fisiologis atau psikologis seseorang. Perlu menjadi catatan, bahwa seorang terapis harus memiliki sertifikasi atau lisensi untuk menggunakan teknik terapi tertentu. Ada beberapa psikolog yang merangkap menjadi terapis, dan hal itu sah-sah saja selama psikolog memiliki lisensi di teknik terapi yang ia berikan.

Pada praktiknya, ketiga profesi tersebut saling bekerja sama. Jika psikolog klinis anak menduga ada masalah biologis yang membutuhkan penanganan dokter, maka psikolog akan memberikan surat rujukan kepada dokter, begitu pula sebaliknya. Jadi, Partners tidak perlu ragu untuk menyambangi salah satu dari ketiga profesi di atas ketika melihat adanya masalah pada tumbuh kembang anak. Saran saya, Partners harus peka untuk membedakan siapa yang diprioritaskan untuk mengatasi masalah yang nampak pada anak 🙂

Well. Cukup banyak ya ternyata informasi tentang psikolog klinis anak. Bila ada pertanyaan lebih lanjut atau usulan topik yang ingin dipelajari oleh Partners, silakan sampaikan pada kolom komentar di bawah.

Selamat melanjutkan aktivitas, Partners!

 

Salam semangat belajar,

E, your future clinical child psychologist.